2:13 AM | Posted in

Namaku Karina, usiaku 17 tahun dan aku adalah anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Kulitku putih, tinggi sekitar 168 cm dan berat 50 kg. Rambutku panjang sebahu dan ukuran dada 36B. Dalam keluargaku, semua wanitanya rata-rata berbadan seperti aku, sehingga tidak seperti gadis-gadis lain yang mendambakan tubuh yang indah sampai rela berdiet ketat. Di keluarga kami justru makan apapun tetap segini-segini saja.

Suatu sore dalam perjalanan pulang sehabis latihan cheers di sekolah, aku disuruh ayah mengantarkan surat-surat penting ke rumah temannya yang biasa dipanggil Om Robert. Kebetulan rumahnya memang melewati rumah kami karena letaknya di kompleks yang sama di perumahan elit selatan Jakarta.

Om Robert ini walau usianya sudah di akhir kepala 4, namun wajah dan gayanya masih seperti anak muda. Dari dulu diam-diam aku sedikit naksir padanya. Habis selain ganteng dan rambutnya sedikit beruban, badannya juga tinggi tegap dan hobinya berenang serta tenis. Ayah kenal dengannya sejak semasa kuliah dulu, oleh sebab itu kami lumayan dekat dengan keluarganya.

Kedua anaknya sedang kuliah di Amerika, sedang istrinya aktif di kegiatan sosial dan sering pergi ke pesta-pesta. Ibu sering diajak oleh si Tante Mela, istri Om Robert ini, namun ibu selalu menolak karena dia lebih senang di rumah.

Dengan diantar supir, aku sampai juga di rumahnya Om Robert yang dari luar terlihat sederhana namun di dalam ada kolam renang dan kebun yang luas. Sejak kecil aku sudah sering ke sini, namun baru kali ini aku datang sendiri tanpa ayah atau ibuku. Masih dengan seragam cheers-ku yang terdiri dari rok lipit warna biru yang panjangnya belasan centi diatas paha, dan kaos ketat tanpa lengan warna putih, aku memencet bel pintu rumahnya sambil membawa amplop besar titipan ayahku.

Ayah memang sedang ada bisnis dengan Om Robert yang pengusaha kayu, maka akhir-akhir ini mereka giat saling mengontak satu sama lain. Karena ayah ada rapat yang tidak dapat ditunda, maka suratnya tidak dapat dia berikan sendiri.

Seorang pembantu wanita yang sudah lumayan tua keluar dari dalam dan membukakan pintu untukku. Sementara itu kusuruh supirku menungguku di luar.
Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang, Non. Tunggu saja di sini biar saya beritahu Tuan kalau Non sudah datang.”
“Makasih, Bi.” jawabku sambil duduk di sofa yang empuk.

Sudah 10 menit lebih menunggu, si bibi tidak muncul-muncul juga, begitu pula dengan Om Robert. Karena bosan, aku jalan-jalan dan sampai di pintu yang ternyata menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang dan kolam renangnya yang lumayan besar. Kubuka pintunya dan di tepi kolam kulihat Om Robert yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan handuk.

“Ooh..” pekikku dalam hati demi melihat tubuh atletisnya terutama bulu-bulu dadanya yang lebat, dan tonjolan di antara kedua pahanya.
Wajahku agak memerah karena mendadak aku jadi horny, dan payudaraku terasa gatal. Om Robert menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan tatapan tolol, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.

“Halo Karin, apa kabar kamu..?” sapa Om Robert hangat sambil memberikan sun di pipiku.
Aku pun balas sun dia walau kagok, “Oh, baik Om. Om sendiri apa kabar..?”
“Om baik-baik aja. Kamu baru pulang dari sekolah yah..?” tanya Om Robert sambil memandangku dari atas sampai ke bawah.
Tatapannya berhenti sebentar di dadaku yang membusung terbungkus kaos ketat, sedangkan aku sendiri hanya dapat tersenyum melihat tonjolan di celana renang Om Robert yang ketat itu mengeras.

“Iya Om, baru latihan cheers. Tante Mella mana Om..?” ujarku basa-basi.
“Tante Mella lagi ke Bali sama teman-temannya. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om Robert sambil memasang kimono di tubuhnya.
“Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om Robert dengan leluasa lagi.
“Ke dapur yuk..!”

“Kamu mau minum apa Rin..?” tanya Om Robert ketika kami sampai di dapur.
“Air putih aja Om, biar awet muda.” jawabku asal.
Sambil menunggu Om Robert menuangkan air dingin ke gelas, aku pindah duduk ke atas meja di tengah-tengah dapurnya yang luas karena tidak ada bangku di dapurnya.
“Duduk di sini boleh yah Om..?” tanyaku sambil menyilangkan kaki kananku dan membiarkan paha putihku makin tinggi terlihat.
“Boleh kok Rin.” kata Om Robert sambil mendekatiku dengan membawa gelas berisi air dingin.

Namun entah karena pandangannya terpaku pada cara dudukku yang menggoda itu atau memang beneran tidak sengaja, kakinya tersandung ujung keset yang berada di lantai dan Om Robert pun limbung ke depan hingga menumpahkan isi gelas tadi ke baju dan rokku.
“Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om Robert langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
“Aduh.., begimana sih..? Om nggak sengaja Rin. Maaf yah, baju kamu jadi basah semua tuh. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Robert sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.

Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Robert yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Putingku tercetak semakin jelas di balik kaosku yang basah dan hembusan napasku yang memburu menerpa wajah Om Robert.
“Om.. udah Om..!” kataku lirih.
Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.

“Kamu cantik, Karin..” ujarnya lembut.
Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan menciumku tepat di bibir. Aku refleks memejamkan mata dan Om Robert kembali menciumku tapi sekarang lidahnya mencoba mendesak masuk ke dalam mulutku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak dapat berbohong. Aku balas melumat bibirnya dan tanganku meraih pundak Om Robert, sedang tangannya sendiri meraba-raba pahaku dari dalam rokku yang makin terangkat hingga terlihat jelas celana dalam dan selangkanganku.

Ciumannya makin buas, dan kini Om Robert turun ke leher dan menciumku di sana. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om Robert dan membukanya. Tanganku menelusuri dadanya yang bidang dan bulu-bulunya yang lebat, kemudian mengecupnya lembut. Sementara itu tangan Om Robert juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar, kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari tadi.

Aku melenguh agak keras dan Om Robert pun makin giat meremas-remas dadaku yang montok itu. Perlahan dia melepaskan ciumannya dan aku membiarkan dia melepas kaosku dari atas. Kini aku duduk hanya mengenakan bra hitam dan rok cheersku itu. Om Robert memandangku tidak berkedip. Kemudian dia bergerak cepat melumat kembali bibirku dan sambil french kissing, tangannya melepas kaitan bra-ku dari belakang dengan tangannya yang cekatan.

Kini dadaku benar-benar telanjang bulat. Aku masih merasa aneh karena baru kali ini aku telanjang dada di depan pria yang bukan pacarku. Om Robert mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku memilih untuk memejamkan mata dan menikmati saja. Tiba-tiba aku merasa putingku yang sudah tegang akibat nafsu itu menjadi basah, dan ternyata Om Robert sedang asyik menjilatnya dengan lidahnya yang panjang dan tebal. Uh.., jago sekali dia melumat, mencium, menarik-narik dan menghisap-hisap puting kiri dan kananku.

Tanpa kusadari, aku pun mengeluarkan erangan yang lumayan keras, dan itu malah semakin membuat Om Robert bernafsu.
“Oom.. aah.. aah..!”
“Rin, kamu kok seksi banget sih..? Om suka banget sama badan kamu, bagus banget. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.
“Ahh.., Om.. gelii..!” balasku manja.

“Sshh.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘Robert’ aja ya, Rin. Kamu kan udah gede..” ujarnya.
“Iya deh, Om.” jawabku nakal dan Om Robert pun sengaja memelintir kedua putingku lebih keras lagi.
“Eeeh..! Om.. eh Robert.. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.

Entah kapan tepatnya, Om Robert berhasil meloloskan rok dan celana dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas meja dapur itu dan Om Robert sendiri sudah melepas celana renangnya, hanya tinggal memakai kimononya saja. Kini Om Robert membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.

Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.
“Aeeh.. uuh.. Rob.. aawh.. ehh..!”
Aku hanya dapat mengelus dan menjambak rambut Om Robert dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk menopang tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.

Badanku terasa mengejang serta cairan vaginaku terasa mulai meleleh keluar dan Om Robert pun menjilatinya dengan cepat sampai vaginaku terasa kering kembali. Badanku kemudian direbahkan di atas meja dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, sedang Om Robert melebarkan kedua kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan sudah tegang dari tadi ke dalam vaginaku yang juga sudah tidak sabar ingin dimasuki olehnya.

Perlahan Om Robert mendorong penisnya ke dalam vaginaku yang sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya memejamkan mata dan menikmati semuanya.
“Aawww.. gede banget sih Rob..!” ujarku karena dari tadi Om Robert belum berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.
“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. ampun deh..!”
Aku tersenyum sambil menahan gejolak nafsu yang sudah menggebu.

Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om Robert berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om Robert mengerang keenakan.
“Ah Rin.. enak Rin.. aduuh..!”
“Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.

Om Robert tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Robert semakin nafsu saja.
“Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.
Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om Robert yang masih berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. Diputar begitu rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kami dan gesekannya benar-benar nikmat.

Kini posisiku membelakangi Om Robert dan dia pun mulai menggenjot lagi dengan gaya doggie style. Badanku membungkuk ke depan, kedua payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun setiap kali pinggul Om Robert maju mundur. Aku pun ikut memutar-mutar pinggul dan pantatku. Om Robert mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan mencari putingku yang sudah sangat tegang dari tadi.

“Awwh.. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om Robert serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.
Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Robert yang sedang merem melek keenakan. Gila rasanya tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om Robert di mana-mana yang menggerayangi tubuhku.

Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya keluar masuk vaginaku makin cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu juga dengan Om Robert, akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan spermanya di dalam vaginaku yang hangat.

“Aaah.. Riin..!” erangnya.
Om Robert melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan aku berlutut lemas sambil bersandar di samping meja dapur dan mengatur napasku. Om Robert duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.

“Sini Om..! Karin bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar selangkangan Om Robert.
Om Robert hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Setelah bersih, gantian Om Robert yang menjilati selangkanganku, kemudian dia mengumpulkan pakaian seragamku yang berceceran di lantai dapur dan mengantarku ke kamar mandi.

Setelah mencuci vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku keluar menemui Om Robert yang ternyata sudah memakai kaos dan celana kulot, dan kami sama-sama tersenyum.
“Rin, Om minta maaf yah malah begini jadinya, kamu nggak menyesal kan..?” ujar Om Robert sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.
“Enggak Om, dari dulu Karin emang senang sama Om, menurut Karin Om itu temen ayah yang paling ganteng dan baik.” pujiku.
“Makasih ya Sayang, ingat kalau ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.
“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”
“Iya Rin, kamu juga. Om aja nggak nyangka kamu bisa muasin Om kayak tadi.”
“He.. he.. he..” aku tersipu malu.

“Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Robert.
“Iya, makasih ya Karin sayang..” jawab Om Robert sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.
“Aah.. Om, Karin musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om Robert.
Om Robert pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.

Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.
“Non, kok lama amat sih nganter amplop doang..? Ditahan dulu yah Non..?”
Sambil menahan tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..”
Supirku hanya dapat memandangku dari kaca spion dengan pandangan tidak mengerti dan aku hanya membalasnya dengan senyuman rahasia. He..he..he..

Category:
��
2:07 AM | Posted in

Ini adalah kisahku dan awal perkenalan ku dgn dia, wktu itu aku masih kuliah, aku berkulit putih rambut hitam ikal. tinggi aku 170cm. postur badan aku biasa aja tdk terlalu kurus tp cukup berotot. sedangkan dedek aku (penis aku) panjangnya 17cm dgn diemeter 6,5cm. ukuran yg lumayan buat orang asia

Awal aku mengenal dia dari chating, sebut saja nama nya indah(bukan nama sebenarnya). dia seorang istri yg kesepian karena suaminya tdk perduli lg dgn dia., mbak indah sudah 5 tahun tdk pernah lg mendapatkan kehangatan dr suaminya. itu semua berawal semenjak dia menangkap basah suaminya berselingkuh dgn wanita lain. mbak indah adalah sosok perempuan yg sempurna, kulit kuning halus, hidung mancung kecil mungil, tinggi 165 berat badan 46, ukuran BH 34. rambut lurus dan halus. waktu itu aku msh kuliah di salah satu perguruan swasta di jogja. seperti biasa aku chating di sore hari, hai.. boleh kenal dong..saya andre, kamu siapa..boleh tau nama kamu. dari seberang dia menjawab, saya indah. senang berkenalan dgn kamu, akupun membalas. singkat cerita kamipun akrab dan saling memberikan no tlp, kami sudah tidak lg ngobrol di chating, tp kami lebih byk ngobrol di tlp. sore jam 2 indah sampai di jogja, sebelum nya akupun sudah menunggu kedatangannya di tempat yg sudah kami sepakatin.

Aku memperhatikan para penumpang yg turun dari bis, ketika ada seorang cewek cakep turun seperti sedang mencari-cari sesuatu, aku pun segera menyapa nya, indah ya.. sapaku. iya.. kamu andre. iya jawabku. kami pun ngbrol sejenak. gmna perjalanan nya mbak.. asik ga.. tanyaku. waah.. capek ndre.. klo gitu kita langsung ke tempat andre aja, supaya mbak indah bisa istrahat sejenak, aku menawarkan, ya baiklah. jawab mbak indah. akhirnya kami pun segera meluncur menuju tempat kost ku.setelah beberapa menit sampailah kami di tempat kost ku. kita sudah sampai mbak, ayo masuk.jgn malu-malu, rayuku. mbak indah pun mengikuti langkahku sambil berkomentar, kost kamu bagus juga ya ndre, yaa.. sedanglah mbak.. jawabku singkat. kamu bisa aja ndre, sukanya jawab sedang mulu. looh.. sedang itukan banyak artinya mbak. iya sich.. bls mbak indah. yg mna kamar kamu ndre.. tanya mbak indah, yg ini mbak, jawabku sambil menunjukan arah yg kumaksud. silahkan masuk mbak, jangan sungkan. kita kan da kenal lama mbak, bukan sehari dua hari, sambil meyakinkan mbak idah. akupun membuka pintu dan memprsilahkan masuk. silahkan masuk mbak, sambil aku memperlakukan mbak indah bak mempersilahkan masuk seorang putri raja.

Aku mempersilahkan mbak indah duduk, akupun menyalakan televisi, waah kamar kamu komplet ya ndre, komenta mbak indah, biasa aja ko mbak.. nama nya juga anak kost, akupun mengabilkan minuman segar dari lemari es. Ini mbak minum biar segar, andre tau mbak pasti haus setelah perjalanan jauh. mbak indah pun menerimanya dan meminumnya. klo mbak msh capek istrahat aja dulu sambil nonton tv. ga ko jawab mbak indah, kemudian kami pun telibat obrolan, mulai dr pekejaan, klaurga dan kesepian nya yg terpendam , krn kebutuhan biologis nya tdk tersalur dengan sempurna, di selah-selah obrolan kami, tiba-tiba hp mbak indah berdering, bentar ya ndre. dr temen.. mbak indah menjelaskan. akupun megalihkan pandangan ku ke tv, krn aku tdk mau mendengar pembicaaan orang lain, selesai mbak indah menerima tlp dr temen nya kami pun melanjutkan obrolan kami yg sempat terputus td. andre mau liat photo anak mbak, mbak indah menawarkan. boleh mbak, jawabku. mbak indah pun memperlihatkan photo anak nya yg di simpan di hp. agar bisa melihat photo anak nya akupun merapatkan posisiku lebih dekat ke mbak endah. tanpa sengaja sewaktu melihat-lihat photo anak nya, siku tanganku menyenggol susu mbak indah.maaf mbak, andre ga sengaja, akupun segera meminta maaf. tapi tatapan mataku tetap tertuju pada kedua susunya. gpp ko, jawab mbak indah ringan. klo andre mau lihat susu mbak juga boleh.. mbak indah menawarkan kepadaku seakan yakin apa yg aku inginkan. aku terkejut dan wjahku memerah. aku tdk menyangka akan mendapat durian runtuh. Seperti mimpi rasanya, tp aku masih ragu, apakah mbak indah serius atau hanya memancing saja.. aku memberanikan diri untuk memegang susu mbak indah, akupun mulai menyentuh susu mbak indah, tp mbak indah diam saja. Aku lebih berani dan mulai meremas-remas susu mbak indah.eeeehhmmm… erang mbak indah keenakan. gitu mendapat respon darinya akupun tdk mau lg menyia-nyiakan kesempatan yg ada di depan mata. aku memeluk mbak indah, meremas-emas susunya, mencium dan melumat bibir nya, lidahku bermain di dalam rongga mulutnya sambil di imbangin dgn permainan lidahnya ooouuuhhh… andre.. enak sekali sayang..

Tangan ku trs bergrilya, mulutku melumat bibirnya yg sexy, sementara tangan kiriku meremas-remas susunya, tangan kananku menggesek-gesek selangkangan mbak indah dgn lembut tp pasti… ooooohhh… enak bgt sayang.. andre pinter bgt sayang.. trs sayang.. puting mbak di kulum. pinta mbak indah, aku trs saja mengulum, meremas dan menggesek-gesek selangkangan mbak indah. tangan nya ku bimbing menuju dedekku yg sudah tegang dari td, aku bisikan pelan di telinga mbak indah dgn desahan.. mainin dedeknya andre dengan tangan mbak yg halus itu sayang.. mbak indah pun menurut saja. Aku cium kening mbak indah dgn lembut, trs mata, hidung, trs bibir mbak indah yg mungil n merah itu. segera melucuti pakaian mbak indah satu persatu sambil tetap memberikan ciuman yg hangat dan lembut. ku turunkan trs ciumanku ke leher, puting susu, perut, pusar, memek, selangkangan n paha mbak indah yg mulus.hingga mbak indah benar2 tidak tertutup sehelai benangpun. tubuh mbak indah aku rebahkan dgn lembut, ku mulai lg dari kecupan di kening, hidung, ciuman di bibir. aku melumat habis bibir mbak indah yg sexy dan mungil merah merekah.. lidahku bermain di ringga mulut mbak indah, kedua tanganku meremas-emas dan memilin-milin putting susu mbak indah.. ooouuuhh… andre… enak banget sayang.. mbak jd ke enakan, trs sayaang.. mbak blm pernah mendapatkan sentuhan yg seperti ini, ooouuu…ssssttt mbak indah mendesis tatkalah ujung lidahku menari-nari di putting susunya, ndre.. putting mbak, andre apain sayang.. ko rasa nya enak bgt. mbak indah mulai meracau keenakan. kini kami bedua benar2 bugil.. untuk saja pintu kamar sudah di kunci dan ada suara tv yg agak keras, sehingga tetangga kamarku ga akan mendengar desahan dan jeritan mbak indah.

Kini aku mulai melumat memek mbak indah.. aku sibak rumput yg menutupin parit memek mbak indah.. busseet.. gumanku.. memek nya begitu wangi merah dan bersih. tanpa ragu lagi, mulai ku daratkan ujung lidahku ke bibir memek mbak indah.. eeemm.. oooo.. sssstttt….enak sayang… oya, trs ndre.. mbak suka bgt andre isep memek mbak.. akupun semakin bergaiah mendengar racauan dan rintihan mbak indah, ku lumat habis memek dan klitoris ,mbak indah, mbak indah mengglinjang-glinjang tak karuan saat aku melumat habis memek dan klitoris nya, ndre.. ayo sayang.. masukin sayang.. mbak ga kuat lg, aku tetap saja memainkan ujung lidahku du lubang kenikmatan milik mbak indah, sayaaang.. mbak ga tahan lagi niih.. mbak isap dedek andre ya.. pintaku, mana sayang biar mbak isap dedek andre yg gede dan enak itu. akupun melakukan posisi 69 agar kami bisa saling menghisap kemaluan, setiap aku ganas menghisap memeknya, mbak indah pun mengerang dan menghisap dan mengocok dedek aku dgn galak. ndre.. dedek andre gede banget sayang.. klo di masukin ke memek mbak pasti enak ndre.. mbak indah semakin meacau, bentar sayang.. mencoba menenangkan mbak indah, merasa ketengan dedekku sdh maksimal akupun mulai memasukan dedekku ke lubang memek mbak indah yg dari td sudah basah kuyup, aku melebarkan selangkangan mbak indah dan mengarahkan dedekku tepat di depan lubang memek mbak indah. tahan ya sayang.. andre tekan memek mbak pelan-pelan.. kataku, akupun mulai menekan pelan-pelan.. ooouuuww… mbak indah menjerit.. memek nya begitu sempit, sehingga aku agak kesusahan untuk memaksukannya, aku berusaha trs dan akhirnyapun berhasil masuk, tatkalah dedekku masuk seluruhnya.. tiba-tiba mbak indah menjerit dan memeluk aku.. sakit andre… dedek andre terlalu besar.. memek mbak kesakitan, rintihan mbak indah terishak-ishak sambil kesakitan, sabar ya sayang.. nanti juga enak ko, aku mencoba menenang kan mbak indah.. pelan-pelan tp pasti aku memaju mundurkan pinggangku agar mbak indah tdk terlalu merasakan sakit, aku memaju mundurkan pinggang ku dgn sabar dan hati-hati. Setelah dedekku mulai agak licin kluar masuk di memek indah, akupun mulai mempecepat gerakan ku. oooowwwww…. ndre…. enak bgt sayang.. trs sayang… racau mbak indah.. aku percepat lg goyangan ku sambil meremas-remas kedua susunya.

Aku trs saja menggenjot memek mbak indah yg masih sempit dan enak itu, mbak indah meracau ga karuan kepalanya di gelengkan kekiri dan ke kanan, matanya merem melek kadang mendelik tatkalah aku menhujam keas-keras dedekku ke lubang memeknya. Oooooccchh…. Oouuuwwwhhh aaaakkkkhhh… andre sayang.. mbak mo kluaaar… trs sayang genjot yg cepaaat.. ooouuueewwwhhhh enak bgt dedek andre. mbak mau bgt sayang.. pokok nya mau terus di sodok-sodok sama dedek andre. sambil memeluk andre, mbak indah mengerang.. oooouuueuww.. mbak indah pun orgasme, terasa lahar hangat milik memek mbak indah menyirami batang dedek ku, aku balikan tubuh mbak indah. kini posisi mbak idah tengkurap, aku pun mulai menekan dedek ku dari belakang.. aku lebarkan kedua kaki mbak indah agar aku lebih mudah menghujamkan dedek ku ke lubang memek nya, aku tekan trs sampai kandas.. ooowww.. enak bgt memek mbak sayang.. andre jd ketagihan pengen ngentot mbak trs.. trs aku genjot memek mbak indah. kini kaki mbak indah aku rapatkan kembali, hal ini bisa menimbulkan sensasi remasan vagina yg sangat nikmat, aku genjot trs dari belakang dgn posisi aku menindih tubuh mbak indah.. aku semakin memepercepat gerakan ku, beberapa menit kemudian mbak indah menjerit.. ndre.. oooowwwwhh… mbak mo kluar lg sayaang… oooooo,,, enak bgt siich.. dedek andre.. sampe-sampe mbak kluar lg.. aku trs saja memacu gerakan ku, kini posisi aku ganti dogy style, aku menarik pinggang mbak indah agar setengah berdiri, aku genjot terus mbak indah sambil menarik-narik pinggul mbak indah. mbak indah mengeleng-gelengkan kepalanya, mendapatkan sensasi yg luar biasa dr setiap sodokan dedeku, aku trs sama memacu, memaju-mundurkan pinggangku, baru beberapa menit kemudian mbak indah orgasme kembali, sudah tiga kali mbak indah orgasme, sementara aku blm mencapai puncak. posisi aku ganti lg, tubuh mbak indah aku miringin. dgn posisi badan mbak indah miring ke samping, kaki kanan di bawah, kaki kiri andre angkat ke pundak andre, andre mulai lg menghujamkan dedek andre lbh kandas.. posisi ini memungkinkan batang kontol bisa amblas semua tanpa hambatan, bagi perempuan akan berasa sakit di pinggang dan leher rahim, baru beberapa menit andre genjot dgn posisi ini mbak endah da oegasme kembali.. ndre… ooowww…sssttttt… mbak kluar lg.. aku trs saja menggenjot memek mbak inah yg sudah membengkak dan becek itu, suara-suara becek pun mulai terdengar, cplok.. cplok..clpok..clpok.. di setiap hentakan yg aku berikan. aku kembali lg ke posisi semula, posisi standart, aku tekan dan tidak begitu sulit lg dedekku untuk masuk ke lubang memek mbak indah krn memek mbak indah sudah terlalu becek.. andre sayang.. ayo kluarin dong sayang… knp di tahan-tahan.. mbak da ga kuat lg, aku ga tega melihat mbak indah yg sudah memohon untuk menyelesaikan nya, iya mbak, jawabku, mbak kakinya di rapetin sayang.. jgn di kangkangin, iya syang di rapetin. bls mbak indah.. begitu kaki mbak indah rapat aku langsung mempercepat gerakanku, ndre ooowww,,, uuuuggghhg.. sayaaaaaaang…. enaak bangeeeet… memek mbak seperti di pijat-pijat.. iya mbak… dedek andre juga seperti di remas-remas.. enak banget mbak.. oooo.. memek mbak indah enak banget sayang.. andre mo kluar.. aku pun semakin mempecepat gerakan ku, tiba-tiba.. oooowwww… mbak juga mo kluar sayang.. barengan yuuuk…ajak mbak indah.. kamipun dgn isyarat menyamakan irama kami, dan kamipun orgasme secara bersamaan.. mbaaaak… andreeee.… bareng mbaaaak.. iya sayaaaaang… ooooouuuuwwwhhh.. sssstttt… aaaaaaaahhhkk… kami orgasme bersamaan sambil berpelukan. andre hebat bgt sayang.. mbak puas bgt hari ini, belum pernah mbak dpt yg sepeti ini, wajah mbak indah klihatan sumringah. mbak bener-bener puas, aku bisa mengartian semua kata-kata mbak indah.

Selama ini mbak indah memang bener-bener haus akan sex dan perhatian yg kurang dia dapatkan dari suami nya.ku biarkan tubuh mbak indah yg masih bugil tidur di pelukan ku, tangan kananku mengusap-usap kening nya, dan tangan kiriku membelai-belai rambut yg ada di memek mbak indah. kamu bener-bener hebat ndre… kamu sudah byk pengalaman tentang sex, dan kamu sangat kuat. puji mbak indah. aaah… andre biasa aja mbak, jawabku merendah. mbak juga hebat.. mampu bertahan dari serangan-serangan andre. puji ku. boleh ga mbak meminta sesuatu.. tanya mbak indah penuh isyarat. apa itu mbak.. selagi mampu andre akan berikan buat mbak indah. tanyaku kembali. mbak ingin dedek andre yg gede panjang dan kuat itu cuma milik mbak seorang, jgn berikan buat yg lain, pinta mbak indah. aku tersenyum, yakinlah mbak.. dedek andre cuma buat mbak seorang, tidak akan ada yg menikmati kedasyatan dedek andre ini, jawabku meyakinkan mbak indah sambil membimbing tangan mbak indah ke arah dedek ku. mbak indah percaya dan hatinya pun tenang. kamipun tertidur pulas sambil berpelukan, tv tetap aku biarkan menyala agar teman kost ku tidak curiga. malam tepat jam 7 mbak indah aku antar pulang sampai terminal, aku perhatikan dari raut wajahnya dia begitu berat berpisah dgn ku. aku kirim sms ke no hpnya agar mbak indah tdk perlu khawatir dan akan tetap ku pegang kata-kataku, mbak indah pun tersenyum puas. bis pun melaju. mbak indah hilang dari pandanganku

Category:
��